Apa Cara Terbaik Untuk Seorang Womenpreneur Menghilangkan Stres?

Menghilangkan stres womenpreneur
Menghilangkan stres womenpreneur

MEnjalankan peran ganda memang tidak mudah, tuntutan keluarga, kewajiban profesional pada orang lain yang harus dipenuhi (baca: klien), masih ditambah dengan kehidupan sosial di lingkungan keluarga.

terlebih saat sedang bisnis baru saja dimulai, saat semua pekerjaan administratif, branding, launching produk, semua harus dikerjakan sendiri. Harapan agar bisnis dapat berjalan dengan lancar, kadang mendorong para womenpreneur untuk mengabaikan kesehatan dan kebahagiaan, yang sebenarnya juga merupakan tujuan terjun ke dunia bisnis. 

Jadi, apa jalan terbaik untuk menghilangkan stres pada pebisnis wanita? Adakah cara mengatasi stres di rumah? 

Cara menghilangkan stres dan jenuh pada womenpreneur

Menghilangkan stres womenpreneur

Sebetulnya peran apapun yang kita jalankan saat ini, punya potensi membuat diri kita menjadi stres dan jenuh. 

Agar lebih paham mengapa stres bisa alami, mari pahami dahulu apa sebetulnya stres itu. 

Arti stres dan pemicunya

Mengutip dari situs alodokter, stres sebetulnya reaksi alami tubuh yang muncul saat kita menghadapi ancaman, tekanan, atau menghadapi perubahan. Stres bisa juga terjadi karena kondisi atau pikiran yang membuat kita merasa putus asa, gugup, marah atau malah bersemangat. 

Dari pemahaman di atas kita bisa melihat mengapa seorang ibu pebisnis mudah sekali merasa stres. 

Tekanan target bisnis, job dari klien, kewajiban untuk branding, pekerjaan rumah tangga, semua menumpuk dan menuntut harus dituntaskan. 

Tekanan seperti ini seringkali membuat para ibu malah tidak tahu lagi apa yang harus dikerjakan, meski semua pekerjaan ada di depan mata; kepala terasa berat, capek, bahkan bisa sampai mengkritisi diri, “Kenapa semua harus aku yang menyelesaikan?”. 

Lalu apa cara terbaik untuk menghilangkan tekanan batin dan pikiran yang sering dialami para ibu pebisnis? 

Tips menghilangkan stres bagi para womenpreneur 

1. Berhenti 

Menghilangkan stres womenpreneur

Cara pertama ini mungkin aneh, tapi coba tanya pada diri sendiri, hal apa yang ingin kamu lakukan saat semua pekerjaan menuntut selesai “sekarang”? Berhenti bukan? 

Penyebab utama stres datang karena memang banyaknya pekerjaan yang harus diselesaikan bukan? 

Lalu bagaimana dengan job dari klien, orderan dari pelanggan, juga semua pekerjaan rumah tangga? 

Intinya adalah berhenti melakukan hal yang bisa dihentikan. 

Misalkan berhenti update post di media sosial, menulis blog, memikirkan re-branding, dan lain sebagainya. 

Kemudian gunakan waktu jeda ini untuk beristirahat, dan mengevaluasi kembali to-do list yang sudah kamu buat. 

Dengan cara ini, sebagian to-do list mu akan berkurang, dan kemungkinan melepaskan diri stres juga akan lebih besar. 

2. Istirahat

Menghilangkan stres womenpreneur

Sekarang, setelah kamu menghentikan apa yang sedang kamu kerjakan, maka langkah kedua adalah istirahat.

Idealnya, ambillah istirahat selama satu hari penuh, atau jika mungkin malah selama satu minggu. Tapi kalau kamu hanya punya waktu di sisa hari yang berjalan, juga tidak masalah. 

Selama istirahat, lakukan juga lengkah berikut ini untuk memutuskan rantai stres selamanya. 

3. Berani berkata tidak 

Menghilangkan stres womenpreneur

Sekarang, mulailah buat batasan dan katakan “tidak” pada tawaran, atau peluang yang datang. Jika perlu ubah kalender di Google Bisnis menjadi tutup sementara. 

Sekali lagi, tentu ini tidak mudah, kamu bisa saja kehilangan kesempatan besar yang akan membawa bisnismu ke level selanjutnya. 

Tapi, jika saat ini kamu memang tidak bisa berkomitmen atau menyelesaikan pekerjaan dengan baik, berkata “ya” justru hanya akan merusak reputasi yang telah kamu bagun selama ini. 

Jika hal ini masih membuatmu merasa tidak nyaman, cobalah tanyakan apakah ada kemungkinan untuk memenuhi tawaran di lain waktu. 

Tidak memberi batasan dan menerima semua tawaran, hanya akan semakin memperpanjang siklus stres yang kamu alami. Tentu saja batasan “tidak” ini tidak selamanya, cukup lakukan sampai kamu benar-benar merasa pulih. 

4. Prioritaskan self-care

Menghilangkan stres womenpreneur

Biasanya, jika sedang banyak pekerjaan, kita cenderung mengabaikan diri kita sendiri. Mandi lebih siang demi deadline; berhenti berolahraga demi mengejar waktu meeting, lebih nyaman makan junk food, sampai terbiasa tidur larut alias begadang. 

Perlu diingat, bahwa diri kita adalah aset terbaik bisnis kita. Untuk melepaskan diri dari stres, kita perlu menjaga diri kita sendiri. 

Artinya, kamu perlu memprioritaskan kebutuhan dirimu sendiri dan menjadwalkan waktu untuk mandi, berolahraga, makan lebih baik, dipijat, menata rambut, atau apa pun yang membuat kamu merasa menjadi diri versi terbaikmu. 

5. Evaluasi ulang

Menghilangkan stres womenpreneur

Nah ini adalah step paling krusial dari semua step di atas agar mulai saat ini kamu bisa lepas dari jebakan stres. 

Ada tiga bagian dari evaluasi ulang, para pebisnis wanita perlu tahu cara ini untuk menghilangkan stres. 

Bagian 1: Tulis semua to-do list

Set alarm atau timer selama beberapa menit, dan tulis semua pekerjaan yang harus kamu lakukan, baik terkait dengan bisnis ataupun pekerjaan rumah tangga, besar atau kecil, tulis semua. 

Oya, abaikan dulu tentang pengelompokkan yang sempurna pada bagian ini. Tujuan bagian ini adalah untuk brain dump, melepaskan semua yang ada dipikiran. 

Bagian 2: Kategorikan

Sekarang, setelah semua pekerjaan kamu kumpulkan, sekarang waktunya mengkategorikan pekerjaan ke dalam lima kelompok: yaitu?
Menghilangkan stres womenpreneur
  • Berhenti dikerjakan; kelompok pekerjaan ini adalah pekerjaan yang bukan menjadi prioritas tinggi saat ini, atau pekerjaan yang tidak akan membantu banyak dalam bisnismu. 

Misalkan tawaran kolaborasi dari sesama pebisnis, namun hasilnya tidak akan membantu banyak dalam bisnismu. Kamu bisa memilih untuk mengerjakannya di lain waktu, dan menghentikan project tersebut saat ini. 

  • Bisa dikerjakan nanti; kategori ini bisa berisi pekerjaan yang mungkin akan mendatangkan hasil di masa depan. Misalkan membangun brand melalui video YouTube, merekam Podcast, membuat freebies, dan lain sebagainya. 

Untuk kategori ini, uraikan saja setiap pekerjaan menjadi lebih kecil-kecil, dan buat jadwal untuk mengerjakannya. 

Misalkan untuk merekam podcast, hari pertama mengumpulkan referensi selama 30 menit, hari kedua membuat outline selama 30 menit, hari ketiga merekam podcast selama 30 menit, dan seterusnya. 

  • Bangun sistem atau otomatisasi dengan tools; ini adalah pekerjaan yang biasanya kamu kerjakan secara manual atau harus selalu kamu kerjakan semuanya dari awal. 

Jika memang jenis pekerjaan ini harus selalu kamu kerjakan, maka bangunlah sistem atau gunakan software, aplikasi, atau apapun yang bisa membantumu mengerjakan kategori ini lebih mudah. 

Misalkan update post di media sosial. Coba gunakanlah bank konten atau buat perencanaan konten apa saja yang hendak kamu unggah di bulan berjalan.

Hari pertama, kumpulkan semua referensi dan foto, hari kedua buat planning, dan jadwalkan semua post pada tools media sosial seperti Planoly, hootsuite, Tweetdeck, dan lain sebagainya. 

  • Delegasikan; mengkategorikan pekerjaan ini tentu lebih mudah. Cukup tentukan standar yang kamu inginkan, dan berikan pekerjaan pada orang lain (anggota keluarga, tim, freelancer, dan lain sebagainya)
  • Tetap dikerjakan; kategori pekerjaan ini adalah jenis pekerjaan yang hanya bisa kamu kerjakan sendiri. Misalkan membuat rancangan bisnis, menulis buku, menyusun bahan ajar untuk reseller, dan lain sebagainya. 

Saran PanduanBisnis, gunakan selembar kertas atau buat worksheet untuk memudahkan kamu melihat gambaran besar dari semua pekerjaan yang perlu kamu lakukan. 

Bagian 3: Buat perubahan

Setelah semua masuk pada 5 kategori di atas, jangan lupa lakukan sesuai dengan kategori yang kamu buat. Tanpa perubahan, kamu akan tetap mengalami siklus stres seperti yang kamu rasakan saat ini. 

Wrap up:

Stres adalah hal yang umum terjadi pada semua orang. Namun, alangkah lebih baik, jika kita memiliki sistem atau cara yang membantu kita mengelola stres dengan lebih baik. 

Dan mengetahui kemampuan juga membuat prioritas adalah awal dari manajemen stres yang tepat. 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *