Fakta Dibalik Suksesnya KFC!

Malam ini saya sedang merenungi curhatan teman. Saat ini usianya sudah mendekati 50 tahun, namun menurutnya, hidupnya kok gini-gini aja; masih terus berjuang untuk mendapatkan penghasilan. 

Beliau menjadi galau, karena ingat ucapan para ahli keuangan, kalau sekarang saja sudah susah memenuhi kebutuhan, apalagi nanti.

Masih ditambah seorang rekan yang meledeknya,”Kamu itu ngapain selama ini? Mana hasil usaha yang kau agungkan itu? Bertahun-tahun usaha, selalu sibuk, tapi sampai sekarang, masih struggling aja mencukupi kebutuhan.”Aduh, saya dengernya kok ikut perih, ya.

Saya jadi maklum kenapa Beliau menjadi begitu galau. Lalu saya jadi teringat, kisah seorang tokoh dunia, yang baru berhasil meraih kesuksesannya justru di usia yang tak lagi muda, 75 tahun.

Siapa sih Kolonel Sanders

Kita semua tahu jalan cerita si Bapak tua yang jadi maskot ayam goreng ini. Beliau sudah berulang kali gagal menawarkan resep ayam goreng di banyak outlet dan restoran makanan.

Namun justru dari kegagalannya inilah, kita banyak belajar tentang kegigihan berusaha. Kegigihan yang mungkin modal utama kita sebagai pengusaha.

Coba disimak deh, mungkin kisah bapak tua maskot ayam goreng kesayangan ini, bisa menginspirasi kita.

Ada beberapa kisah inspirasi dari Beliau:

1. Kegagalan adalah awal kesuksesan
Tidak banyak yang tahu jika Kolonel sander, tidak hanya gagal menawarkan resep ayam goreng, tapi dia juga gagal di banyak pekerjaan. Mulai dari sales, pengacara, bertani, sopir trem, dan masih banyak lagi.

Tapi Kolonel Sanders punya satu prinsip, “Aku hanya punya dua aturan. Lakukan apa yang bisa kamu lakukan, dan lakukan hal tersebut dengan sebaik mungkin. Hanya dengan cara itu kamu bisa mendapatkan kepuasaan menyelesaikan sesuatu”

2. Tidak pernah ada kata terlambat
Saat akhirnya berhasil menjual KFC seharga $2 juta (nilai saat ini sekitar $15 juta atau kurleb sekitar Rp240 miliar deh), usianya mencapai 75 tahun.Dapat teman-teman bayangkan bagaimana rasanya menghadapi kegagalan hingga bahkan ketika usianya sudah tak lagi muda.

Banyak dari kita yang hidup (dan juga dihidupkan) dengan standar sosial; punya rumah sebelum usia 30 tahun, punya dana pensiun Rp 4 M di usia 40, punya pekerjaan mapan sebelum usia 35 tahun, dan seterusnya.

Sehingga ketika hal tersebut tidak tercapai, kita pun merasa gagal dan tak mau lagi bangkit berusaha.

Berbeda dengan Kolonel Sanders, baginya selama hayat dikandung badan, ia terus bangkir berusaha, berapapun usianya saat ini.

3. Masa lalu adalah masa lalu
Kolonel Sanders tidak hanya gagal dalam pekerjaan, tapi juga pernikahannya yang meninggalkan dia dengan 3 anak, bahkan disaat usianya masih sangat muda, 19 tahun.

Dan jika hal tersebut terjadi pada kita, mungkin kita akan semakin takut melangkah.

Kolonel Sanders memilih tetap teguh dengan keyakinan dan kemampuannya, jika akan selalu ada kesempatan di masa depan.

4. Menyerah, hanya satu-satunya kegagalan
Dari pendiri kisah KFC ini hal terbesar yang dapat kita pelajari adalah “Berhenti merupakan satu-satunya kegagalan” Jadi jika teman-teman yakin pada apa yang teman-teman lakukan, teruslah coba lakukan.

5. Kadang yang kita butuhkan adalah hal baru
Sepanjang karirnya yang gagal, Kolonel Sanders tidak pernah tahu, jika memasak sebetulnya merupakan pasionnya.

Dia hanya bisa tahu, setelah berkali bangkit dan mau mencoba hal lain berulangkali.

Gagal di banyak bidang pekerjaan memang sesuatu yang menyebalkan. Dan memulai hal baru di usia yang tak lagi muda juga merupakan hal yang menakutkan.

Kita perlu belajar dari Kolonel Sanders sekali lagi, jika energiya untuk berani mencoba adalah modal berharga bagi seorang entrepreneur, sudah panjang saja cerita saya. Terbakar semangat Kolonel Sanders jadi lupa nih.

Ya sudah itu saja dulu deh, ya. Semoga membantu teman-teman (dan juga teman saya yang mungkin juga membaca) untuk tetap semangat berusaha.Tugas kita adalah terus berusaha.

Agar kelak ketika ditanya “Engkau gunakan untuk apa waktumu di dunia?” kita bisa menjawab, “Saya berusaha dengan tekun dan tidak menyerah pada kegagalan.”

Selamat bernostalgia dengan Mr. Sanders. Mari kita ngeteh, sambil tak lupa mensyukuri rejeki hari ini.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *