Jualan di Media Sosial, Cara dan Aturan Umumnya

Media Sosial

Kalau pengen jualan online gimana sih? Buka sosmed aja!

Jualan di media sosial aka. sosmed, memang masih menjadi favorit saat kita pengen mulai jualan online. 

Hukum jualan hanya satu, cari pasar dimana ramai ngumpul orang. Dan di jaman digital seperti ini, media sosial adalah salah satu tempat dimana orang biasa berkumpul, bersilaturahmi, aktualisasi, sampai cari hubungan pertemanan baru. 

Mungkin, karena kebutuhan terkoneksi inilah yang membuat kita, para manusia modern sangat addicted terhadap media sosial. Bahkan menurut survey Hootsuite, pengguna media sosial di Indonesia telah mencapai 160 juta pada Januari 2020. Jumlah yang sangat fantastis untuk para pemasar produk secara online kan? 

Jadi, apa dan bagaimana jualan di media sosial itu? 

Media Sosial

Media sosial biasanya digunakan untuk menggambarkan situs atau aplikasi yang memfasilitasi pengguna untuk berkreasi dan berbagi konten seperti teks, foto, video, dan lain sebagainya. Konten tersebut adalah konten yang real time baik untuk komunitas teman, atau keluarga. Konten tersebut dapat dibagikan dalam kapasitas publik maupun privat. 

Pada awal pembuatannya media sosial memang lebih ditujukan untuk berkomunikasi, berkirim berita dengan keluarga, kembali bersilaturahmi dengan teman lama, dan/atau malah menemukan teman baru.  

Karena itulah profil pengguna di media sosial memang lebih bersifat individualistik, wajar jika profil para penggunanya juga berisi informasi-informasi pribadi seperti tempat tinggal, pekerjaan, hobi, status pernikahan, dan hal pribadi lainnya. 

Dan seiring semakin populernya media sosial, penggunaannya juga mulai bergeser. Para pemilik merek terkenal mulai melirik media ini sebagai ceruk pemasaran yang potensial. 

Mereka pun mulai mendekati para pelanggan atau calon pelanggan dengan berusaha menjadi “teman” pelanggan di media sosial. 

Para pemilik brands berharap mereka dapat membangun kedekatan dan kepercayaan dengan pelanggan mereka melalui media sosial. Kamu tentu masih ingat kan, jika kepercayaan termasuk modal sukses jualan online

Restoran cepat saji, McDonald’s, tercatat sebagai salah satu pengguna yang memanfaatkan media sosial untuk beriklan dan memperkuat brand-nya. 

Potensi besar iklan pada media sosial membuat Mark Zuckerberg memulai jasa iklannya di platform Facebook miliknya. 

Cara dan aturan jualan di media sosial

Media Sosial

Selain sebagai tempat jualan, ada banyak manfaat yang bisa kamu peroleh dari media sosial, seperti untuk membangun merek (brand), terhubung dengan pelanggan atau calon pelanggan. Dan agar jualan kamu sukses ada beberapa hal yang perlu kamu lakukan, yaitu 

  • Membuat konten yang menarik dan memenuhi kebutuhan audience alias target market 
  • Bisa melacak dan menggunakan data interaksi (engagement) 
  • Menggunakan data interaksi untuk membuat konten 

Pada mulanya para pemilik merek atau pebisnis besar biasanya menggunakan media sosial untuk mengajak para pendukung (followernya) berkunjung ke situs mereka, dengan harapan akan terjadi penjualan dari produk atau jasa mereka. 

Tapi saat ini, media sosial justru dipandang sebagai perpanjangan dari situs brand-brand besar; karenanya mereka terbiasa mengunggah konten blog bisnis mereka langsung ke media sosial. 

Tujuannya tentu saja agar konten pada blog mereka disukai oleh pembaca, menaikkan engagement, juga disukai oleh algoritma media sosial. 

Sebagai pebisnis pemula, kita juga dapat meniru apa yang dilakukan oleh para brand besar ini. Misalnya dari cara mereka membuat konten. Brands besar umumnya punya dua jenis konten, yaitu konten organik dan konten berbayar

1. Konten Organik

Untuk mendapatkan hasil maksimal dari konten organik, kamu bisa menggunakan fitur yang sudah disediakan oleh platform media sosial pilihan kamu. 

Beberapa fitur yang bisa kamu gunakan antara lain: 

  • Halaman profil 
  • Gambar profil
  • Gambar sampul, 
  • Deskripsi produk/ jasa
  • Jam kerja 
  • Tautan ke situs web dan lain sebagainya. 

Konten organik yang kamu buat dapat berupa; pembaruan bisnis dalam bentuk teks, foto, video atau GiF Halaman grup atau komunitas,  video live, dan lain sebagainya. 

Jangkauan yang diterima konten organik tergantung pada algoritma media sosial. Biasanya algoritma ini akan mengurutkan postingan di feed pengguna berdasarkan relevansi dan waktu penerbitan. 

Algoritma ini yang nanti akan memutuskan seberapa besar kemungkinan pengguna ingin melihat konten kamu; kategori konten kamu, interaksi sebelumnya dengan merek/ jualan kamu, dan juga hastag yang digunakan. 

Semua faktor dalam konten organik tersebut yang biasanya menjadi umpan (penentu) konten kamu akan dilihat target market atau tidak. 

2. Paid content 

Yang dimaksud dengan konten berbayar adalah konten yang kamu gunakan dalam iklan media sosial. 

Paid content dapat membantu memperkuat konten organik atau menghasilkan lead menuju ke toko, landing page, atau halaman jualan kamu. 

Banyak media sosial marketer yang telah merasakan manfaat dari iklan di media sosial.  

Mereka juga merasakan dampak algoritma pada jangkauan konten mereka. Meskipun  punya puluhan ribu pengikut, postingan organik seringkali tidak menghasilkan sesuai harapan. Karena itulah kadang mereka juga menggunakan iklan sebagai umpan untuk menjemput target market yang lebih luas. 

Meskipun konten berbayar ini menguntungkan, sebaiknya kamu tetap melakukan riset, perencanaan, dan juga pengoptimalan di setiap tahap pemasaran. Algoritma media sosial seringkali berubah, dan menggunakan jasa iklan media sosial tanpa rencana matang hanya berarti buang-buang uang. 

Selain bisa untuk mendatangkan closing alias keuntungan, ada manfaat lain yang bisa kamu gunakan terkait dengan bisnis yang kamu rintis. 

Beberapa manfaat media sosial yang terkait dengan pemasaran

Media Sosial

1. Menaikkan kepercayaan dan branding bisnis

Internet bisa menjadi tempat yang sangat berbahaya. Pesatnya perkembangan E-commerce, semakin menjadi ladang bermain para hackers, penipu, dan pelaku kejahatan digital lainnya. 

Biasanya, ada tiga kategori utama dari kejahatan di dunia maya, yaitu penipuan pembelian, pencurian identitas, dan penipuan uang. 

Saat konsumen menjadi lebih berpengalaman dalam menghadapi ancaman privasi dan keamanan online, mereka mencoba mencari cara untuk memastikan jika transaksi mereka akan aman. Salah satunya, dengan mengecek halaman media sosial dari penjual. 

Riset telah membuktikan, kepercayaan konsumen akan meningkat jika si Penjual memiliki halaman media sosial yang aktif, organik (dalam arti tidak menggunakan follower bayaran atau sejenisnya), dan konsisten meng-update konten halamannya.   

Kamu juga dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan melalui media sosial dengan cara:

  • Memastikan logo, tanda brand, warna, hastag, gambar, termasuk konten statusmu, juga ada di situs bisnis kamu.
  • Profil di media sosial kamu menggunakan tautan yang aman, termasuk link lain yang terkait dengan jualan mu (misal: link e-commerce).
  • Selalu menjawab feedback dan komentar pelanggan kamu, meskipun komen tersebut bukan komen atau feedback yang positif.
  • Punya brand voice yang konsisten di semua platform media sosial, termasuk blog bisnis kamu. 
  • Manfaatkan review post media sosial dari pelanggan yang pernah membeli produk/ jasa kamu.
  • Selalu konsisten dengan elemen gambar yang kamu gunakan untuk post media sosial kamu; seperti filter foto, jenis huruf untuk teks dan video, termasuk foto juga warna brand yang kamu gunakan. 

2. Meningkatkan kepuasaan dan pelayanan pelanggan

Salah satu manfaat dari media sosial untuk para pebisnis adalah, platform ini membantu para pemilik bisnis untuk memberikan feedback langsung kepada para pelanggan. 

Keterbukaan interaksi antara pelanggan dan pebisnis secara real-time, akan meningkatkan kepuasan pelanggan.

Meskipun kemudahan ini juga ada sisi positif dan negatifnya. Tapi pemilik bisnis yang mau memanfaatkan kemudahan ini, dan juga bersedia mendengarkan follower mereka, plus bersedia memberikan jawaban yang tepat; akan semakin dipercaya oleh para pelanggannya.

Kamu bisa mencontek bagaimana brand besar menanggapi komentar para pelanggan dan followernya di akun Twitter PLN, LinkAja, Jenius BTPN, Telkomsel, dan beberapa brand besar lainnya. 

Tapi perlu kamu ingat, selalu beri reaksi yang cepat untuk komentar, kritik, apresiasi, atau pertanyaan yang follower kamu berikan. 

Ada dua cara yang kamu bisa gunakan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan, yaitu

Media Sosial
  1. Feedback secara terbuka

Komen secara terbuka dapat memberikan kepuasan lebih kepada pelanggan. Tapi kamu perlu berbesar hati juga seandainya mereka memberikan feedback kurang menyenangkan terhadap jasa, produk, atau layanan kamu.

Kamu juga dapat mencontoh brand besar dalam menggunakan corong feedback ini. 

Biasanya brand besar yang oke, akan menggunakan brand voice mereka untuk berkomunikasi dengan pelanggan dan calon pelanggan. Mereka kadang melontarkan pertanyaan terkait hal-hal pribadi pelanggan, seperti rencana liburan atau ikut excited dengan perayaan tertentu.    

Mereka kadang juga bercanda dengan para followernya, menggunakan bahasa slang dan emoticon guna lebih “memanusiakan” brand mereka. 

Menurut Salesforce, penyedia software CRM, ada beberapa golden rules terkait dengan cara meningkatkan kepuasan pelanggan pada bisnis kamu, diantaranya: 

  1. Selalu respon komentar pelanggan dalam kurun waktu satu jam
  2. Kategorikan dan rencanakan respon kamu kepada pelanggan, seperti contoh di bawah ini 
  • Kategori 1 – Komen positif dari pelanggan, rencana respon: Berterima kasih kepada pelanggan pada komen mereka
  • Kategori 2 – Komen negatif yang bukan kritik dari pelanggan, rencana respon: meminta maaf atas ketidaknyamanan pelanggan pada komen mereka 
  • Kategori 3 – Komen negatif berupa kritik dari pelanggan, rencana respon: meminta maaf secara langsung pada komen mereka dan beritahukan kepada bagian PR atau legal team untuk merelease pernyataan resmi dari perusahaan. 

Jika Kamu belum punya tim PR dan legal tim, kamu bisa langsung membuat pernyataan dan melakukan koreksi atas ketidakpuasan pelanggan tersebut. 

  1. Selalu konsisten dengan tanggapan terkait pertanyaan yang paling sering ditanyakan (FAQ)
  2. Selalu ramah dan profesional

2. Feedback secara pribadi (melalui DM)

Sebagian besar pelanggan lebih menyukai mengirimkan komentar, pertanyaan, atau keluhan melalui media sosial dibandingkan harus menelepon hotline 24 jam yang biasanya menghabiskan pulsa. 

Kamu juga bisa memanfaatkan hal serupa dengan memberikan line layanan service pelanggan kamu melalui media sosial atau malah pesan pribadi seperti Telegram, WhatsApp, dan layanan pesan lainnya. 

3. Membangun komunitas virtual atau pelanggan setia 

Media Sosial

Komunitas virtual adalah tempat bagi mereka yang biasanya mencari kelompok yang “satu suara”, tempat mereka ingin dilihat dan didengar. 

Kamu bisa membangun kepercayaan dan juga meningkatkan penjualan dengan membuat komunitas virtual di media sosial. 

Bicaralah dari hati kepada target audiens mu. Ambil ide dari brand elektronik seperti Xiaomi dan ASUS tentang cara mereka membangun dan merawat komunitas online mereka.

Tentu saja, tetap sesuaikan dengan kemampuan bisnismu, ya.

4. Gunakan fitur “Belanja” di media sosial

Media Sosial

Cara lain untuk meningkatkan pendapatan di media sosial adalah dengan menggunakan fitur *Toko* (di Instagram) atau *jual* (di Facebook). 

Fitur belanja sosial saat ini semakin ditingkatkan guna memberikan pengalaman belanja lebih kepada pelanggan. 

Harus bolak-balik ke situs review dan media sosial, tentu bukan pengalaman yang menyenangkan bagi pelanggan. Platform media sosial menyadari kekurangan ini dan akhirnya menambahkan fitur “Belanja” di platform mereka. 

Jadi, manfaatkan saja kemudahan yang sudah diberikan ini untuk meningkatkan pendapatan jualan mu. 

Kesimpulan

Jualan di media sosial tetaplah harus menggunakan trik sesuai dengan tujuan dari media sosial dibuat, yaitu interaksi dan membangun jaringan pertemanan. 

Jika ingin menggunakan media sosial sebagai ceruk pendapatan, seorang pemilik bisnis harus bersedia membangun kedekatan yang baik dengan para pelanggan dan calon pelanggannya. 

Tidak lupa, pemilik bisnis juga perlu meningkatkan kepercayaan target marketnya agar sukses jualan di media sosial. 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *