Kalau mau jualan di Facebook tuh, harus pinter copywritingnya

copywriting

Jualan di Facebook tuh, harus pinter copywritingnya, jangan terasa jualan banget.

Pernah mendapat nasehat seperti itu? Sudah kenal dengan copywriting? 

Di Indonesia, copywriting banyak diartikan sebagai seni menulis untuk menjual sesuatu, baik menjual produk ataupun jasa. Karena itu, copywriting kadang disebut juga dengan iklan. 

Copywriting sebetulnya sarana berkomunikasi kita dengan pembeli, menyampaikan apa yang kita miliki (produk/ jasa) dan bisa menjadi sarana pemenuhan kebutuhan atau jawaban permasalahan dari pembeli. 

Ribet nggak, memahami arti copywriting di atas? Ya, pokoknya copywriting tuh, tulisan yang tujuannya untuk mendapatkan respon pembacanya, baik itu reaksi emosi (like, dislike, super), maupun tindakan seperti share dan pembelian. 

Lalu apakah copywriting harus dilakukan oleh yang ahli? Apakah harus seorang yang pandai menulis? 

Nah, kalau mampu membayar jasa seorang copywriter, itu akan lebih baik. Tapi kalau bisnis  belum besar dan masih ingin menghemat biaya operasional, kita juga bisa kok, membuat copywriting ala seorang Mom-preneur

Copywriting ala Mom-preneur

copywriting

Kebanyakan para Mom-preneur sudah kelimpungan dulu mendengar istilah copywriting. Biasanya dalam bayangan para pedagang onliners nih, status copywriting mereka harus bikin closing, mendapat like dan komen yang banyak, kalau perlu malah dibagikan. 

Karena banyaknya beban yang dipikirkan, akhirnya, malah nggak jadi nulis. Merasa buntu ide, semua idenya payah. Padahal setiap hari, juga santai saja nyetatus, upload video di tik tok, update di IG, bikin video live dan lain sebagainya. 

Ada satu hal yang perlu kita ingat, cara kerja copywriting tidak selamanya langsung berhasil, butuh waktu agar follower atau teman-teman kita tahu, jika Mama jualan.

Karena itu, konsisten mencoba, konsisten posting, termasuk hal yang wajib dilakukan, nggak bisa ditawar. 

Syarat lainnya, jangan lupa ya, jalin silaturahmi dengan mereka yang sudah lebih dulu like atau komen di status kita, lanjutkan juga dengan silaturahmi ke follower yang lain. 

Nggak perlu setiap hari harus mengunjungi semua follower, batasi 1-20 orang per hari, dan utamakan kunjungan untuk mereka yang biasa like dan komen. 

Artikel terkait: Cara jualan di media sosial

Oya, jangan lupa juga tetap jadi diri sendiri, jangan menjadi sosok orang lain. Dan selalu tulis hal yang jujur, bukan dibuat-buat.  

Siap? Yuk, kita ramu copywriting ala Mom-preneur dengan modal bahan-bahan di bawah ini. 

1. Buat target market atau buyer persona 

copywriting

Jualan itu seperti kita mencarikan jodoh untuk produk/ jasa kita dengan pembeli di luar sana. Namanya juga mencarikan “jodoh” kita perlu dong kenal dengan “si Calon produk/ jasa” kita itu. 

Gunakan poin-poin di bawah ini untuk menentukan siapa sebenarnya target market atau buyer persona dari bisnis kita. 

  • Harga produk/ jasa; pertanyaan ini digunakan untuk menentukan apakah produk/ jasa yang kita tawarkan. Masalah harga sebetulnya subyektif; murah menurut sekelompok orang, belum tentu murah bagi yang lain.

    Solusinya coba bandingkan dengan kompetitor, apakah produk/ jasa kita termasuk mahal atau murah. Jawaban pertanyaan ini akan menentukan, masuk ke kalangan ekonomi mana, apakah menengah ke atas, atau menengah ke bawah. 
  • Berapa usia pemakai produk/ jasa kita; sebaiknya tentukan jawabannya dengan spesifik agar nanti lebih mudah membuat kata sapaan dalam copywriting; misalkan akan memanggil dengan menggunakan kata “Bu”, “Anda”, “Mbak”, atau malah “Nak”. 

Dari dua hal diatas sebetulnya seharusnya kita sudah bisa menentukan target market. Misalkan jika menjual produk perawatan kulit yang satu paketnya di atas satu juta rupiah, maka target market produk bisa seperti ini 

“Wanita, menikah atau tidak, dengan penghasilan diatas 20 juta, dan berusia antara 25-35 tahun”

Contoh copywritingnya nanti bisa seperti, “Untuk perawatan wajah kok coba-coba, bayar lebih tak masalah, yang penting kulit sehat sampai tua.”

2. Tingkatkan hasrat ingin membeli 

copywriting

Saat kita sudah jelas siapa target marketnya, maka tugas yang perlu dilakukan adalah 

  • Membuat pelanggan menyesal jika tidak membeli
  • Membuat pelanggan bahagia karena membeli 

Kuncinya adalah “melihat apa yang tidak terlihat”. Maksudnya, lihatlah alasan pelanggan membeli tidak hanya karena mereka butuh produk/ jasa kita. 

Gambarannya seperti ini; pernah melihat iklan dari produk kosmetik pemutih kan? Iklan produk ini umumnya menggunakan tema “Cantik putih berarti mendapat perhatian lebih”. Ini karena orang membeli kosmetik pemutih sebetulnya ingin mendapat perhatian dan rasa sayang dari pasangan. 

Jadi yang sebenarnya mereka beli bukanlah produk, tapi solusi. 

Dari pemahaman ini, maka lahirlah beberapa teknik copywriting, yaitu: 

copywriting

1. Menjauhi – mendekati

Artinya membuat calon pelanggan menjauhi kesengsaraan dan mendekati kebahagiaan. 

Contoh menjauhi: Hari Senin, harga naik! Jangan sampai ketinggalan

Contoh mendekati: Ambil penawaran saat ini juga, dan dapatkan bonus senilai lebih dari Rp 350.000

2. Internal – eksternal

Artinya mempengaruhi calon pembeli dengan faktor dari dalam dan luar dirinya. 

Contoh internal: Andalah yang paling tahu apa kebutuhan Anda, … 

Contoh eksternal: Bergabunglah dengan jutaan orang yang telah menggunakan produk serum ini!

3.  Persamaan – perbedaan

Isi copywriting pada teknik menggunakan persamaan atau perbedaan dengan yang lain

Contoh persamaan: sama dengan produk pelembab lainnya, lotion ini juga dilengkapi dengan …

Contoh perbedaan: berbeda dengan kursus online lainnya, kursus di tempat XYZ dilengkapi dengan …  

4. Prosedural – optional

Ini adalah cara promosi dengan memanfaatkan karakter calon pelanggan. Beberapa orang lebih suka diarahkan dengan runut, sementara yang lain lebih suka sesuatu yang spontan dan acak. 

Contoh prosedural: Agar tidak ketinggalan promosi berikutnya, silahkan daftarkan email teman-teman .. 

Contoh optional: Ada banyak model pakaian sehari-hari yang bisa Anda pilih, mau yang colorful dan ceria, atau yang kalem dan everlasting, semua ada. 

3. Bikin penolakan jadi closingan 

Coba tanya diri sendiri, biasanya PHP-in penjual pakai alasan apa? Tanya suami dulu, harga kemahalan, belum gajian, produk toko sebelah lebih bagus, atau apa? 

Umumnya, orang juga membuat alasan yang sama saat menolak untuk membeli. Tugas kita adalah menjadikan alasan tersebut, sebagai bahan closingan. 

Caranya? Coba gunakan pola ini

  • Feel, Felt, Found, rasakan, merasakan, kemudian menemukan. 

Contohnya: Saya tahu apa yang menjadi kegalauan Mama, tapi akhirnya saya menemukan produk serum ini tidak hanya sekedar iklan saja. 

Polanya adalah membangun kesamaan rasa dengan pelanggan, tujuannya untuk menghilangkan keraguan membeli dari dalam dirinya. 

  • Past, future, present; polanya seperti dengan terjemahan harfiah dari 3 kata tersebut, dulu, masa akan datang, dan sekarang 

Polanya bisa bisa kita acak seperti: 

1. Dulu, setelah itu, sekarang 

2. Awalnya, Kemudian, sekarang 

3. Sebelumnya, lalu, sekarang

4. Kemarin, besok, sekarang 

Contoh: 

Dulu penulis A ngaku tidak bisa menulis, kemudian dia ikut kelas ini, dan sekarang malah rajin menelorkan buku 

1. Awalnya, tetangga saya juga ragu apakah produk herbal ini cocok untuk menjaga kesehatannya. Tapi setelah saya minta mencoba selama satu bulan, sekarang ia malah rajin menawarkan ke semua teman-temannya.

2. Sebelumnya banyak yang ragu, apakah apa yang ditulis dalam buku ini bukan sekedar teori. Lalu setelah master B membaca dan memberikan insightnya, sekarang banyak yang percaya dan sudah membuktikan jika isi buku ini memang praktek-able. 

3. Bulan kemarin, masih ada yang meremehkan khasiat produk ini, tapi sekarang, malah menjadi pelanggan tetap dan ikut menjual. 

Banyak kan idenya? Nah, silahkan dicoba. 

4. Highlight manfaat, bukan sekedar fitur produk

Mudahnya, jelaskan manfaat dari produk/ jasa yang kita tawarkan, bukan sekedar kelebihan atau fiturnya. 

Misalkan kalau jilbab dengan bahan toboyo, maka manfaatnya bahan adem, baik saat di luar atau di dalam ruangan. 

5. Gunakan testimoni

copywriting

Nah, ini teknik copywriting yang paling gampang. Kita bisa ceritakan pengalaman kita sendiri terkait dengan produk/ jasa yang kita jual, pengalaman teman, pelanggan yang sudah membeli, dan seterusnya. 

Dari semua teknik di atas, tentu sekarang sudah tidak galau lagi kan, bagaimana membuat copywriting yang khas Mompreneur banget. 

Selamat praktek, bebaskan pikiran dari beban harus closing, berkreasi lah dengan bahagia. 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *