KAMU HARUS TAU! Tips Berbisnis Kokoh Tanpa Hutang

Saya sendiri biasanya mulai mengumpulkan invoice, tagihan, bukti keluar-masuk uang dan seterusnya.Sebagai pengusaha, reseller, dropshipper, atau apapun namanya, ketika sudah masuk ranah bisnis, urusan uang memang harus kita perhatikan benar.

Belajar Dari Tokoh/Influencer Bisa Menambah Pondasi Bisnis Kita

Karena dari urusan keuangan inilah, bisnis kita bisa terus berjalan, atau malah tak berumur panjang.Kali ini saya pengen refleksi ah, mengingat pelajaran lama dari Kang rendy, Founder Keke, membangun bisnis kokoh tanpa suntikan dana. Kebetulan kemarin kok, video Beliau mampir di timeline Youtube saya.

Dalam pelajaran tersebut, kang Rendy mengibaratkan, membangun bisnis yang kokoh itu seperti bertumbuhnya ayam kampung, pelan, perlahan, tapi tangguh. Tidak seperti membesarkan ayam broiler yang harus disuntik ini itu agar tubuhnya cepat besar, dan dapat segera dijual.

Maksudnya begini, … Kadang saat kita ingin bisnis membesar, kita pun pergi ke lembaga keuangan untuk mengambil pinjaman sebagai tambahan modal.Niatnya sih, tidak salah, siapa sih, yang tidak ingin bisnisnya segera berkembang.

Sayangnya, dengan mengambil modal dari sebuah lembaga keuangan (entah Bank atau institusi keuangan lain), bisnis kita sebetulnya sudah mulai terbeban dengan bunga dan cicilan.

Akhirnya, fokus kita jualan akan berubah, dari yang tadinya “Target omset sekian … “ yang penting ketutup cicilan dan bunga”
“Yach, Min, kita kan musti optimis.” Ya, itu benar.

Tapi coba pertimbangkan, jika kita tidak ada beban hutang, bukankah fokus bisa gunakan untuk hal yang lain, mengembangkan produk misalnya?

Membuat konten iklan yang lebih catchy, sabar saat prospek, jawab DM pelanggan, ….Beda halnya ketika kita ada beban cicilan dan bunga, maka saat menjawab DM konsumen, bisa saja kita jadi nggak sabaran.

Pikiran kita terus <i>“Kudu closing, nih”, “Pokoknya ni, orang harus deal. Udah nanya-nanya terus, awas kalau nggak jadi beli.” </i>Kebayang kan ya, bagaimana rasanya … membiayai sesuatu yang pasti dari jalan yang tidak pasti.

Lalu bagaimana agar kita bisa tetap berkembang, meski tanpa hutang?Nah, kalau menurut kang Rendy, ya ambilkan saja sekian persen dari Nett atau keuntungan bisnis.

Plus, lengkapi dengan sikap disiplin pada rencana keuangan, nggak mudah tergoda untuk membeli barang konsumtif, … Pokoknya pelan-pelan, tapi pasti.

Dengan cara ini, kita pun akan lebih tenang menjalankan bisnis.

Benar-benar fokus pada mengembangkan bisnis. Kerja maksimal oleh kita, dan hanya untuk bisnis kita, bukan untuk bank atau abang tukang tebar cicilan.

Oya, dan seperti kata kang Rendy; ini nggak tentang riba atau bukan riba, nanti kalau lembaga keuangannya syariah, kita pun jadi tergoda untuk cari tambahan modal. Nggak. Ini tentang membesarkan bisnis pada jalur yang lebih benar.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *